DATABASE DAN TABLE

  • Whatsapp

Database adalah kumpulan dari tabel-tabel yang berelasi, dan tabel merupakan
kumpulan dari beberapa Field atau column. Untuk membuat suatu table maka seorang user
harus membuat database terlebih dahulu. Dengan mengaktifkan database yang dibuat
tersebut.
Data Definition Language(DDL) DDL merupakan kelompok perintah yang berfungsi
untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, atribut(kolom), batasan-batasan
terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel. Yang termasuk dalam kelompok DDL ini
yaitu:
Create, alter dan drop

1. Membuat Database
Create database nama_database;
Nama database harus unik (tidak boleh sama) dan tidak boleh mengunakan spasi.
Berikut ini contoh membuat database dengan nama databasenya rental.
Mysql>Create database rental;
Untuk melihat database yang sudah dibuat ketik sintax berikut:
Mysql>show databases;

2. Memilih Database
Use nama_database;
Untuk membuat tabel yang pertama yang dilakukan adalah memilih database yang
berfungsi untuk menyimpan tabel-tabel yang dibuat.
mysql>use rental;

3. Menghapus Database
Drop database nama_database;
Hapus database sesuai dengan nama databasenya. Sebagai contoh kita akan
menghapus database rental.
Mysql>Drop database rental;

4. Membuat tabel
CREATE TABLE Nama_Tabel (nama_field1 tipe
data([ukuran]),nama_field2 tipe data ([ukuran])…..
nama_field_n tipe data ([ukuran]));
Nama tabel tidak boleh menggunakan spasi, jika field dan kolom lebih dari satu maka setelah
tipe data pisahkan dengan koma.

Berikut contoh sintax untuk membuat tabel:
Mysql>Create table member(id_member char(7),
nama_member varchar(30));

5. Menampilkan tabel
Untuk menampilkan tabel apa saja yang terdapat didalam tabel yang aktif gunakan
sintax berikut:
Show tables;

6. Menampilkan Struktur/atribut tabel
Untuk menampilkan struktur dari tabel gunakan sintax berikut:
Desc nama_tabel;
Contoh
Desc member;

7. Menghapus tabel
Untuk menghapus table yang tidak digunakan gunakan sintax berikut:

Drop table nama_tabel;
Contoh
Drop table member;

8. Mendefinisikan primary key
Secara sederhana kunci primer digunakan untuk menyatakan bahwa suatu nilai tidak
boleh ada yang sama dan nilai tersebut harus diisi (NOT NULL).
Ada tiga cara mendefinisikan primary key:
a. Create table nama_table (nama_field1 tipe_data primary
key, nama_field2 tipe_data);
Contoh:
Create table member(id_member char(7) primary key,
nama_member varchar(30));
b. Create table nama_table (nama_field1 tipe_data,
nama_field2 tipe_data, constraint nama_constraint
primary key(nama_field));
Contoh:
Create table member (id_member char(7), nama_member
varchar(30), constraint pk_member primary
key(id_member));
c. Alter table nama_table add constraint nama_constraint
primary key(nama_field);
Contoh:
Alter table member add constraint pk_member primary
key(id_member));

9. Menghapus Primary key dapat dilakukan dengan dua cara
Untuk menghapus primary key dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Jika primary dibuat dari create tabel
Alter table nama_table drop primary key;
b. Jika dibuat melalui constraint
Alter tabel nama_tabel drop constraint nama_constraint;
Contoh:
Alter tabel member drop constraint pk_member;

10. Mendefinisikan nilai nul/not null
Untuk mendefinisikan bahwa suatu field pada tabel tidak boleh kosong maka dapat
diberikan nilai not null pada kolom tersebut, berikut sintaxnya:
Create table nama_table (nama_field1 tipe_data primary
key, nama_field2 tipe_data not null);
Contoh:
Create table member(id_member char(7) primary key, nama
varchar(30) not null);
Atau
Alter table nama_table modify nama_field not null;
Contoh;
Alter table member modify nama_member varchar(30) not
null;

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *